rss

Cari Sepatu Keren??

Satu Keputusan Menuntun Yang Lainnya

Saat saya lulus SMU pada tahun 2002 saya dihadapi dengan tidak banyak pilihan dalam menjalani hidup setelah kelulusan itu. Saya bagaikan seorang anak yang kehilangan induknya yang tidak tahu harus kemana untuk mencari makan. Pandangan seorang yang baru lulus SMU yang terbilang sempit, buta masa depan, dan tanpa impian yang jelas membuat saya harus coba-coba (trial and error) dalam mengambil keputusan.

Keputusan pertama yang paling saya pahami karena banyak dari orang tua saya yang menyarankannya adalah saya harus pergi ke Jakarta untuk mengikuti ayah saya bekerja sebagai pedagang roda gerobak dan mendapatkan uang bulanan. Sebenarnya saya ingin sekali melanjutkan sekolah sampai mendapat gelar sarjana. Tapi kehidupan tidak menyediakan banyak pilihan bagi saya yang akhirnya saya nekad untuk pergi ke ibu kota dimana ayah dan kakak saya bekerja di sana bertahun-tahun. Sebuah keputusan yang sebenarnya dibentuk karena opini di sekeliling saya dan bukan benar-benar dari hati saya.
Disana saya menghadapi betapa kerasnya hidup di sana dan betapa miskinnya orang-orang imigran yang mengadu nasib di ibu kota. Mereka bekerja tanpa libur dari pagi pukul 7.00 hingga pukul 5.00 sore tanpa mengenal lelah dan panasnya udara di sana. Setelah selesai jam kerja mereka harus tidur di tempat yang seadanya, di tempat yang lebih layak di sebut tempat tikus dan kecoa ketimbang tempat tidur manusia. Ayah saya sering berkata, “Hiduplah dengan perihatin.”, “hidup adalah penuh penderitaan yang harus dijalani”. Saya tidak menjawab perkataan ayahku itu, saya hanya mencoba untuk mencernanya saja. Namun dalam hati kecil saya, saya berteriak tidak setuju dan ingin hidup lebih layak ketimbang hidup melarat. Filosofi ayah saya hanya cocok untuk dirinya sendiri tidak untuk saya dan saya menolaknya.
Tidak sampai 10 hari saya berada di sana, saya sudah merasakan perang batin antara penolakan diri menerima pekerjaan kasar dan tidak saya sukai itu. Akhirnya saya meminta izin kepada ayah saya untuk pulang karena saya tidak merasakan kehidupan di sana saya hanya merasakan kehampaan dalam jiwa. Dengan berlinang air mata saya meminta izin pada ayah saya untuk pulang ke kampong halaman dan ayah pun mengizinkan. Saya diantarkan ke terminal oleh kakak saya denga upah 10 hari kerja Rp.110.000 ditambah ongkos perjalanan. Sejak itu saya tidak pernah berjumpa lagi dengan ayah saya.
Jalan pertama yang saya jalani selama 10 hari berakhir dengan kepulangan saya dengan sisa pakaian saya yang kotor. Setelah pulang, saya memutuskan untuk melanjutkan sekolah di keguruan, ajaibnya salah satu kakak sepupu saya yang berhati mulia berkenan membiayai saya kuliah (semoga Allah memuliakan wajah beliau). Satu-satunya alas an untuk mengambil keguruan adalah karena saya menyukai pelajaran bahasa Inggris, pelajaran paporit sejak saya duduk di sekolah dasar. Keputusan inilah yang membuat segalanya berubah dalam hidup saya. Hingga sekarang saya masih menjadi seorang guru di salah satu sekolah swasta di Bandung. Sekarang, saya tengah menunggu waktu untuk mengambil keputusan lain dalam merubah hidup saya ke arah yang lebih baik, lebih bahagia, dan lebih kaya.
Persis seperti anda mengendarai mobil di suatu jalan tol, Anda akan melihat lingkungan jalan tol dengan berbagai atributnya. Kemudian Anda memutuskan untuk keluar dari jalan tol, Anda masuk jalan biasa, tentu saja dengan lingkungan yang berbeda. Itulah dampak dari sebuah keputusan, berpotensi mengubah banyak aspek kehidupan anda dan saya.
Sekali Anda mengambil keputusan, Anda akan melihat satu set lingkungan yang unik, yang berbeda dengan lingkungan Anda sebelumnya. Kekuatan dari keputusan ini bisa berdampak positif dan sebaliknya bisa berdampak negatif. Oleh karena itu kita perlu hati-hati dalam mengambil keputusan, termasuk keputusan untuk tetap seperti saat ini.

.::Related Posts:

1 comments:

english vitamin on Monday, February 21, 2011 2:14:00 PM said... Reply

Benar sekali pak, kita harus berhati-hati dalam mengambil keputusan. Hal itu juga yang membuat kita seringkali sulit untuk mengambil keputusan. Yang jelas kita harus siap dengan segala resiko serta dampak dari keputusan kita.


Post a Comment

Silahkan tulis komentar sebagai umpan balik dari artikel ini. Tidak diperkenankan untuk komentar yang berunsur spamming, porno, dll.

Sub Menu

  • 1. Membuat Teks Berkedip
  • 2. Menambah Elemen di Atas dan Bawah Posting
  • 3. Menambah Dua Elemen di Bawah Sidebar
  • 4. Kotak Komentar Blogger Bermasalah
  • 5. Membuat Teks Bergerak Pada Blogger
  • 6. Membuat Tabel Pada Blogger
  • 7. Cara Membuat Scrollbox pada Blogger
  • 8. Fungsi New Pages Pada Blogspot
  • 9. Cara Menampilkan Tanggal Post (Post Date) Blogger di Waktu Yang Sama
  • 10. Membagi 2 Kolom Sidebar Blog
  • 11. Cara Memperlebar Halaman Blog
  • 12. Mengatur Perataan Posting Artikel
  • 13. Membuat Menu Dropdown Pada Arsip
  • 14. Blogger Sudah Support Fungsi Readmore
  • 15. Menambahkan Web Counter
  • 16. Cara Mendaftar dalam Blogspot
  • 17. Membuat Emotion Pada Blogger
  • 18. Memasang Yahoo Messenger Emotion
  • 19. Membuat Background Posting
  • 20. Membuat Menu Tab View Pada Blogger
  • 21. Cara Mengganti Icon Pada Address Bar
  • 22. Cara Memasang Gambar Berbingkai
  • 23. Cara Membuat Tombol Facebook Like di Blogger
  • 24. Cara Membuat Related Post Dengan Fungsi Scroll
  • 25. Membuat Border dan Kotak Pada Postingan
  • 26. Cara Membuat Buku Tamu Melayang
  • 27. Membuat Iklan Melayang dengan Tombol Close
  • 28. Membuat Kata Sambutan, Penutup dan Pertanyaan Pada Blogger
  • 29. Memasang Widget Recent Post dengan Thumblnails
  • 30. Evolusi Blogger dari Tahun 1999 - 2009
  • 31. Tips Agar Blog Anda Mudah Diakses di HP
  • 32. Cara Memasang Retweet Button Pada Blogger
  • 33. Cara Memperbesar Image/Gambar Pada Postingan Blog
  • 34. Menambah Font dari Google Custom Pada Blogger
  • 35. Membackup Komentar di Blogger
  • 36. Koleksi Gratis RSS Feed Icon dan RSS Feed Vector Graphics
  • 37. Tips Menjadikan Blogger Unlimited Bandwidht/Loading Page Super Cepat
  • 38. Daftar 'Keyboard Shortcut' Untuk Posting di Blogger
  • 39. Mengganti Font Blogger dari Kernest.com
  • 40. Tips Seni Dalam Menulis Artikel di Blog Kita
  • 41. 8 Tips Menulis Artikel Blog Dalam Waktu 20 Menit
  • 42. 5 Tips Efektif dalam Menulis di Blog
  • 43. Mengenal Lebih Dekat Tentang SEO dengan SEO Dictionary
  • 44. 4 Situs Terbaik Bekapasitas 10GB Untuk Menyimpan Data Secara Online
  • 45. SEO adalah Kerangka, Konten adalah Otot, Sosial Media adalah Fisik
  • 46. Bagaimana Cara Kerja Google?
  • 47. Perbaharui Posting Lama Anda
  • 48. Mengapa Page Rank Blog/Web Jatuh?
  • 49. Share Buttons Milik Blogger
  • 50. Integrasi Antara Blogger dan Zemanta Gadget
  • 51. Gambaran Frekuensi Posting Blog kita
  • 52. Cara Mengatasi Blog Post dari Copy Paste
  • 53. Batas/Limit Kapasitas Akun Blogger
  • 54. Posting Blog Menggunakan Word 2010
  • 55. 6 Situs Foto Gratis untuk Blog Anda
  • 56. Cara Menampilkan Tanggal Post (Post Date) Blogger di Waktu Yang Sama
  • 57. 5 Alasan Mengapa Anda Harus Menjawab Setiap Komentar
  • 58. Cara Memodifikasi Bullet List dan Numbered List di Blogger Post
  • 59. Generasi Blogger Masih Didominasi Oleh Kawula Muda
  • 60. Blogger Perkenalkan Pendeteksi Otomatis Komentar Spam
  • 61. Blogger Belajar Dari Harry Potter
  • 62. Trik Menampilkan Total Post, Comment, dan Online User
  • 63. 38 Jawaban SEO
  • 64. Trik Menampilkan Total Post, Comment, dan Online User
  • 65. Cara Mentransfer Akun Blog ke Akun Blog yang Lain
  • 66. Mengenal Fungsi Navbar di Blogger
  • 67. Cara Pasang Recent Posts Thumbnails Dengan Mudah
  • 68. Cara Memasang File Flash Di Blog Post
  • Popular Posts

    Shout it!